Di era sekarang ini dunia internet memang menjadi kebutuhan penting. Semua sudah terhubung ke dunia internet. Apalagi jika mempunyai bisnis atau perusahaan. Website atau situs menjadi salah satu kebutuhan yang cukup penting sekarang ini. Bagi yang ingin membuat website atau situs sendiri, tentu saja bisa mencoba membuat website dengan menggunakan WordPress. Tentu saja ada berbagai macam tutorial yang bisa dicoba untuk memudahkan para user untuk membuat website.

Dalam bahasan di artikel kali ini akan dibahas mengenai bagaimana cara membuat website dengan menggunakan WordPress baik proses penginstalan dan juga edit artikel dan juga theme di WordPress. Pembahasan pertama adalah cara atau proses penginstalan WordPress dengan menggunakan beberapa aplikasi.

Cara Instal WordPress

Cara pertama adalah dengan melakukan instal di area localhost memakai aplikasi XAMPP. Langkah pertama tentu saja instal alikasi Xampp. Aplikasi ini menjadi salah satu aplikasi yang biasa digunakan untuk membuat localhost untuk memulai membuat website. Baik dengan WordPress hingga HTML dan juga CSS.

Langkah pertama yang bisa dilakukan untuk membuat website dari WordPress ini adalah dengan menyiapkan file WordPress terbaru yang bisa didownload langsung di website WordPress.org. Setelah itu bukalah folder dari aplikasi XAMPP yang sudah diinstal di komputer atau di laptop.

Langkah berikutnya adalah bukalah folder penyimpanan htdocs. Setelah itu copy dan paste dari file WordPress ke dalam folder htdocs yang ada di instalasi XAMPP ini. Bukalah Windows Explorer selanjutnya ketikkan C:\xampp\htdocs di area folder address bar yang bisa terlihat di gambar bawah ini. Ikuti langkah-langkah berikut.

Gambar lokasi htdocs

Perlu diingat bahwasanya folder htdocs ini memang berguna untuk menaruh file dan juga hasil instalasi WordPress yang biasanya dibuka di browser seperti Firefox dan juga Chrome. Diwajibkan untuk memasukkan file dari WordPress tersebut di folder tersebut. Pasalnya jika diletakkan diluar folder tersebut maka website tidak akan tampil.

Gambar Copy WordPress di htdocs

Jika file yang sudah didownload masih dalam bentuk kompress seperti RAR atau ZIP, lakukan proses ekstrak terlebih dahulu. Nantinya hasil ekstrak tersebut akan memiliki nama default folder dengan nama ‘wordpress’. Bisa pula mengganti nama wordpress tersebut dengan nama lain sesuai dengan selera. Bisa dengan nama Blogku dan lain sebagainya sesuai keinginan. Hasilnya bisa dilihat seperti gambar di bawah ini.

Gambar Create a Configuration File

Langkah selanjutnya adalah dengan membuat browser yang dimiliki seperti Firefox dan juga Chrome untuk membuka situs dari WordPress ini secara offline. Website ini bisa diakses dengan mudah. Caranya dengan mengetik alamat http://localhost/nama_folder (nama folder yang sudah dibuat). Jika nama folder tidak diubah dan masih menggunakan nama default yaitu WordPress, alamat dari lokal website ini adalah http://localhost/wordpress. Bisa dilihat sepert dibawah bahwa tampilan dari address sesuai dengan nama folder yang dibuat. Lalu dilanjutkan dengan memasukkan nama di address bar nama website di local host tersebut. Setelah itu klik tombol Create a Configuration File. Bisa dilihat di gambar bawah ini.

Gambar Database WordPress

Setelah itu langkah berikutnya klik tombol Let’s Go

Gambar memasukkan database di WordPress

Langkah berikutnya adalah dengan mengisi form database. Isi nama database dan juga user name yang digunakan untuk mengakses dari website tersebut. Kemudian isi pula password sesuai selera dan mudah diingat serta unik. Bisa pula menggunakan database di XAMPP jika sudah membuat sebelumnya. Sementara di area Database Host ini isi dengan nama localhost . Kemudian klik tombol Submit.

Gambar Klik The Install

Setelah itu user bisa memulai proses penginstalan dengan cara klik tombol Run the Install.

Gambar Proses Instalasi WordPress

Kemudian user harus mengisi data yang dibutuhkan. Data ini untuk admin dan juga memasukkan nama website yang diinginkan. Lalu kemudian klik install wordpress. Bisa dilihat dalam gambar tersebut.

Gambar Login ke WordPress

Langkah untuk membuat WordPress offline sudah selesai. User bisa melakukan Login.

Gambar Area Login WordPress

Untuk Login harus memasukkan nama username yang digunakan untuk admin WordPress dan juga password yang sudah dibuat ketika memasukkan database tersebut. Setelah masuk, user akan dibawa ke Dashboard dari WordPress. Untuk Login bisa pula dengan cara memasukkan alamat di browser seperti Firefox dan juga Chrome seperti http://localhost/wordpress/wp-admin. Langkah diatas merupakan cara menginstal dengan menggunakan aplikasi Xampp.

Selain aplikasi Xampp, user bisa pula menggunakan aplikasi FTP untuk melakukan proses instalasi WordPress Offline. Dan dengan menggunakan FTP ini sangat cepat dan juga cukup mudah. Hanya membutuhkan waktu sekitar 5 menit untuk instalasi WordPress Offline. Tentu saja untuk melakukan instalasi WordPress ini memakai FTP, User harus memiliki aplikasi atau software FTP. Download terlebih dahulu aplikasi tersebut jika belum memiliki software FTP. Setelah itu instal di folder direktori yang diinginkan.

Setelah menginstal aplikasi FTP, user bisa mendownload WordPress versi terbaru jika memang belum memiliki WordPress terbaru. Setelah itu ekstrak file tersebut. Lalu gunakanlah software FTP guna melakukan upload file ke dalam direktori web host sesuai pilihan.

Jika ingin melakukan proses instalasi WordPress di area domain utama, bisa menginstall di area /public_html/direktori. Sementara jika ingin dimasukkan ke dalam subfolder, maka upload instalasi WordPress tersebut bisa dimasukkan di folder/public_html/namafolder/

Setelah proses upload WordPress tersebut selesai, user bisa masuk ke area control panel hosting ini guna membuat database untuk website tersebut. Di sini menggunakan cPanel web hosting. Hal ini bisa terlihat dengan adanya ikon cPanel. User bisa melihat field guna membuat database baru. Di sini user bisa memasukkan database yang akan digunakan di website tersebut. Setelah itu klik “Create Database.” Seperti gambar di bawah ini.

Gambar Pengisian Database

Setelah selesai memasukkan data di database dan create database tersebut, maka database baru untuk website ini sudah selesai. Langkah berikutnya adalah dengan melakukan proses instalasi. Akses ke URL yang sudah diupload di WordPress. Masukkan sesuai dengan alamat dari instalasi WordPress tersebut. Jika di domain utama, maka ketik alamat domain yang digunakan. Seperti namadomain.com, dan lain-lain. Tampilan yang bisa dilihat adalah sebagai berikut.

Gambar Create a Configuration

Kemudian klik di area tombol guna membuat sebuah halaman konfigurasi. Di halaman berikutnya para user bisa melihat halaman yang akan menampilkan informasi yang tentu saja dibutuhkan untuk masuk ke dalam database website. Seperti nama database dan juga username database serta password. Selain itu user juga bisa memasukkan database host dan juga table prefix. Masukkan nama sesuai dengan database yang sudah pernah dibuat sebelumnya di awal.

Setelah semua database sudah dimasukkan ke dalam aplikasi dan software tersebut maka klik di tombol submit. Kemudian user akan dibawa menuju ke halaman untuk memulai proses instalasi. Klik tombol Run Install. Proses instalasi akan berlangsung.

Gambar Run The Install WordPress

Kemudian di halaman berikutnya, user akan diminta untuk memasukkan data ke form guna memasukkan semua informasi dari website tersebut. Informasi ini nantinya akan menjadi nama untuk situs yang dibuat seperti username, password dan juga email.

Gambar Install WordPress

Setelah itu proses instalasi WordPress akan dilanjutkan kembali. Tunggulah proses instalasi selesai. Kemudian user akan diajak untuk menuju ke halaman berikutnya. Di sini nantinya akan diperlihatkan status dari proses instalasi seperti Sukses dengan penggunakan nama username dan juga password yang diinginkan. Jika ingin mengakses area admin, maka user harus login terlebih dahulu dengan cara memasukkan username dan juga password tersebut.

Selain menggunakan Xampp dan juga FTP, user bisa juga melakukan proses instalasi dengan menggunakan SimpleScripts. Aplikasi atau software SimpleScripts ini akan memudahkan para web hosting guna menawarkan installer One Click untuk penggunaan WordPress. Ada beberana jasa web hosting seperti Bluehost dan juga iPage yang memiliki penawaran fitur One Click atau 1-klik untuk melakukan proses Install WordPress ini dengan memakai aplikasi SimpleScripts.

Bagi yang memakai software dari SimpleScripts ini maka perusahaan hosting tentu saja harus melakukan proses instalasi di area server. Saat melakukan proses login ke area control panel hosting ini maka temukan ikon seperti gambar di bawah ini.

Gambar Ikon SimpleScripts

Di sebagian besar dari perusahaan jasa web hosting ini maka ikon SimpleScripts bisa terlihat. Dan gambar diatas diambil dari Bluehost cPanel yang mempunyai fitur 1-klik WordPress untuk membuat website dan juga proses instalasi yang lebih cepat. Setelah itu user akan dibawa untuk menuju ke halaman atau page dari SimpleScripts seperti gambar di bawah ini.

Gambar Installation Step di SimpleScript

Setelah itu user bisa akses ke WordPress dengan mengkliknya. User akan dibawa untuk menuju ke kehalaman WordPress. Setelah itu pilih tombol install untuk melakukan proses instalasi. Di halaman ini pula para user bisa mengelola semua situs WordPress yang sudah terinstal jika sebelumnya sudah pernah membuat website di WordPress tersebut.

Gambar Ikon WordPress di SimpleScript

Untuk melakukan proses instalasi maka tekan tombol install. Kemudian akan dibuka halaman atau page yang berisi preferensi untuk proses instalasi WordPress yang diinginkan. User akan diberi pilihan untuk memilih tempat atau folder untuk menyimpan WordPress tersebut. Bisa di situs utama atau juga di area sub direktori tersebut. Setelah itu pilih judul blog atau website yang diinginkan di sini. User bisa mengubahnya nanti jika ingin mengubahnya sesuai selera. Di sini para user juga bisa melakukan pilihan guna kredensial pengguna.

Setelah itu Scroll hingga bagian bawah dan jangan lupa untuk menerima semua persyaratan dari layanan. Dan saatnya proses install WordPress dimulai. Setelah proses instalasi selesai, user akan mendapatkan pemberitahuan seperti berikut ini.

Gambar Proses Instal WordPress

Aplikasi lainnya yang bisa digunakan untuk menginstal WordPress adalah Softaculous. Seperti halnya ketika melakukan proses instalasi dengan SimpleScripts, Softaculous ini juga mempunyai fitur di beberapa jasa web hosting ini dengan cara 1-klik install untuk penggunaan WordPress. Salah satunya adalah web hosting InMotion Hosting yang menggunakan aplikasi dan juga software Softaculous guna melakukan proses instalasi WordPress. Saat melakukan login ke cpanel di web hosting, maka akan muncul gambar di bawah ini.

Gambar Ikon Softaculous

Lalu klik pada ikon Softaculous. Dengan segera para user akan dibawa untuk menuju ke area dashboard Softaculous. Di menu yang terletak di bagian kiri, user akan dibawa untuk menuju ke area daftar kategori software. Setelah itu pilih kategori “Blog” dan dilanjutkan dengan memilih WordPress.

Gambar Ikon Softaculous

Gambar WordPress

Setelah semua selesai, pilih tombol “install” guna memulai proses instalasi dari WordPress tersebut. Proses instalasi ini sama seperti proses instalasi di semua aplikasi baik Xampp, FTP dan juga SimpleScript dimana para user nantinya diminta guna mengisi informasi penting untuk database. Langkah pertama adalah dengan memasukkan nama domain yang nantinya akan diproses ke dalam wordpress. Lalu pilih direktori yang diinginkan guna diinstal di WordPress ini. Jika ingin berada di domain utama, Tentu saja kolom “Direktori” ini dibiarkan saja alias kosong. Kemudian masukkan database guna melanjutkan proses instalasi dari WordPress tersebut. Masukkan sesuai selera, tidak perlu kreatif. Sementara di bawah pengaturan database tersebut user harus melakukan modifikasi untuk awalan tabel guna memberikan tingkat keamanan kepada website atau situs yang akan dibuat. Disarankan untuk mengubah wp_ standar dengan nama dbase_ atau nama lainnya.

Gambar Ikon Install WordPress

Setelah itu masukkan deskripsi dari situs dan juga website yang diinginkan. Di area Multisite (MPMU) ini tidak perlu dipilih atau dicentang jika ingin membuat tampilan Website sederhana dan simpel.

Gambar Pengisian Database

Sedangkan di area bagian bawah dari halaman atau page, akan terlihat layar guna membuat account administrator dari WordPress tersebut. Disarankan jangan menggunakan nama default Admin di username. Gunakan username yang unik dan sesuai selera. Setelah itu masukkan pula password yang unik dan juga mudah diingat. Kemudian masukkan email yang digunakan untuk website tersebut. Setelah itu klik tombol install.

Proses instalasi akan dimulai. Dan dalam hanya hitungan detik saja maka WordPress ini sudah selesai diinstal dan sudah bisa digunakan. Setelh itu user bisa mengakses alamat website yang dipilih dengan login ke namawebsite.com/wp-admin. Masukkan username dan juga password. User akan diajak untuk menuju ke area dashboard untuk mengolah website yang sudah dibuat tersebut.

Cara Posting di WordPress

Setelah sebelumnya dibahas mengenai cara menginstal WordPress menggunakan beberapa aplikasi, sekarang akan dibahas mengenai bagaimana cara menulis dan juga mempublihs atau memposting di situs atau website yang menggunakan wordpress sebagai CMS utama.

WordPress sendiri adalah salah satu CMS yang cukup banyak dipakai oleh berbagai perusahaan serta personal guna menunjang sisi marketing dan juga promosi di dunia internet guna memberikan kemudahan untuk mengembangkan bisnis. Tentu saja WordPress ini harus ditambahkan dengan artikel dan juga produk serta image atau gambar ke dalam tampilan WordPress tersebut. Berikut ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk posting atau publish artikel di WordPress.

Langkah yang pertama untuk melakukan posting dan juga publish artikel di WordPress adalah dengan menyiapkan bahan utama untuk ditulis. Bisa menggunakan Notepad atau Ms Word. Bisa juga dengan menulis langsung di halaman Dashboard dari WordPress tersebut.

Gambar tampilan Add New

Untuk memulai publish dan posting artikel, user hanya perlu mengakses menu Posts lalu kemudian pilih di kategori Add New di area dashboard wordpress dari website tersebut. Jika sudah dilakukan maka akan muncul gambar seperti di bawah ini.

Gambar Post dan Add New

Setelah memilih Add New, maka user akan dibawa ke sebuah tampilan halaman untuk memasukkan artikel. Di sini para user bisa langsung melakukan copy paste dari Notepad atau Ms Word. Bisa juga mengetik atau menuliskan langsung di halaman tersebut. Ada beberapa fitur yang ditampilkan di area tersebut. Penjelasannya seperti berikut ini.

Kolom Enter Title Here ini dikhususkan untuk menuliskan judul dari artikel yang akan diposting atau dipublish di website. Lalu kolom Add Post Content ini adalah area kerja yang bertujuan untuk memasukkan atau menuliskan isi konten dari artikel yang ingin dipublikasikan. Bukan hanya tulisan saja. Bisa juga memasukkan gambar dan juga table serta fitur lainnya yang support dengan WordPress. Bisa pula dengan menambahkan fitur text editor yang sudah disediakan oleh WordPress.

Gambar Area Posting Artikel

Setelah mengisi konten dan juga judul artikel di halaman Dashboard WordPress ini, selanjutnya bisa memilih kategori dan juga tags yang diinginkan. Hal ini untuk memudahkan pekerjaan SEO atau Search Engine Optimization yang akan membuat website tampil di halaman mesin pencari Google di peringkat pertama atau di halaman pertama.

Sebelum melakukan publish atau posting, bisa klik Preview terlebih dahulu seperti apa tampilan dan juga bentuknya sebelum di publish ke website dan juga sebelum di baca oleh orang lain. Jika dirasa perlu untuk melakukan perubahan di kemudian hari, bisa juga disimpan terlebih dahulu. Klik tombol save draft. Tombol ini akan membuat artikel tersebut tersimpan di area database untuk kemudian bisa dilanjutkan atau diedit di lain waktu sebelum di publish.

Bisa pula dijadwalkan untuk publish atau posting. Dengan cara klik Edit di sebelah Publish Immediately dan pilih waktu untuk publish seperti tanggal dan jam jika ingin postingan terjadwal. Sementara jika ingin langsung posting atau publish, bisa klik tombol Publish berwarna biru di bagian kanan atas di kolom Publish. Seperti gambar berikut ini.

Gambar Set Feature Image

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa di WordPress ini para user bisa pula memasukkan gambar sebagai penunjang untuk artikel yang akan dipublish. Guna menampilkan atau menambah gambar utama seperti gambar thumbnail yang biasanya memiliki fungsi guna memberikan tampilan gambar di sosial media, bisa pilih tombol Set Featured Image.

Setelah itu pilih gambar sesuai selera. Ada 2 pilihan untuk memilih gambar. Yang pertama adalah dengan mengupload langsung dari komputer atau laptop. Sementara yang kedua adalah dengan memilih melalui Media Library. Fitur Media Library ini akan berisi semua gambar yang sudah diupload ke WordPress. Jika sudah pernah upload gambar, bisa juga memilih dari Media Library.

Gambar Tampilan Thumbail Image

Untuk upload gambar ke Library WordPress, user bisa pilih menu media dan akses Add New. Setelah itu user akan diajak ke halaman Upload Media. Di halaman upload ini user bisa melakukan drag & drop dari file di folder komputer atau laptop langsung ke WordPress. Setelah itu tunggu beberapa saat hingga proses upload selesai.

Gambar Halaman Upload Media

Untuk memasukkan media seperti foto ke dalam konten, cukup memilih menu Add Media yang posisinya terletak di bawah kolom judul artikel. Setelah itu user akan dibawa menuju ke halaman Media dan memilihnya dari Media Library tersebut.

Gambar Add Media

Cara lain untuk upload media ke halaman WordPress ini dengan cara Add Media pada halaman Add New Post. Setelah itu User akan dibawa ke halaman Media Library. Di sini ada beberapa menu seperti Insert Media, Create Gallery, Create Audio Playlist, Create Video Playlist, Featured Image dan Insert From URL. Untuk memasukkan foto dan video, langsung select files atau drag & Drop di menu Upload Files. Sementara jika sudah ada foto di Media Library, pilih menu tersebut yang terletak di sebelah Upload Files.

Gambar Add Media

Untuk fitur Slug ini adalah fitur alamat yang nantinya dijadikan untuk permalink dari alamat url atau akses untuk langsung masuk ke artikel yang sudah dipublish. Nantinya bisa ditambahkan dengan plugin wordpress lainnya yang akan memudahkan untuk para pengunjung website.

Gambar Menambah Tag

Setelah memasukkan artikel, para user bisa juga Menambah Tag atau kata kunci di area Dashboard ketika mempublish artikel. User bisa menambahkan dan juga membuat tag yang sesuai dengan tema dari artikel yang akan diposting. Biasanya hal ini untuk memudahkan proses pencarian dengan menggunakan SEO atau Search Engine Optimization. Akan tetapi fitur ini sendiri sifatnya tidak wajib. Hanya optional saja. Bisa digunakan atau tidak tergantung selera.

Jika ingin menambah tag, caranya adalah dengan menulis Tag atau kata-kunci yang diinginkan dan dibuat di kolom yang tersedia di fitur Tag. Sementara jika ingin menuliskan Tag lebih dari satu, maka dipisahkan dengan menggunakan tanda koma (,). Sementara untuk mengakhiri bisa menambahkan dengan tanda (;). Seperti gambar di bawah ini

Gambar Menambahkan Kategori

Sementara jika user ingin membatalkan tag yang sudah dibuat, bisa menambahkan tanda silang atau (x) di samping tag yang ingin dihapus atau dibatalkan tersebut. Sedangkan jika ingin memilih tag yang sudah pernah dibuat, cukup dengan memilih tag yang kerap digunakan di WordPress tersebut. Tidak perlu lagi menulis dari awal. Cukup mudah tentunya.

Selain Tag, para user juga bisa menambah Kategori. Jika ingin menambahkan kategori, pilih tabel Kategori dengan mengkliknya. Di sini akan ada beberapa kategori yang sudah dibuat. Pilih kategori yang dirasa sesuai dengan artikel yang akan dipublish. Cukup dengan memberikan tanda contreng atau (√) di area kotak kategori yang sesuai dengan artikel. Secara otomatis artikel ini akan masuk ke dalam kategori yang sudah disediakan di website yang akan dibuat.

Gambar Publish Artikel

Jika user belum mempunyai kategori satupun atau ingin menambahkan kategori yang diinginkan, cukup dengan klik tanda + untuk menambah Kategori baru. Setelah itu ketikkan kategori tersebut sesuai dengan selera. Kemudian lakukan cara di atas untuk memasukkan artikel sesuai dengan kategori ini.

Di kolom pengisian artikel ini tidak akan terlalu sulit bagi para user. Pasalnya di sini sudah disediakan 2 tampilan yaitu visual dan text. Untuk para pemula bisa menggunakan tampilan visual yang memiliki bentuk seperti Ms Word. Lengkap dengan style paragraph, heading dan juga justify hingga center. Ditambah lagi dengan adanya Bold, Italic dan Underline. Mirip dengan Ms Word. Sementara untuk tampilan text sendiri untuk para ahli. Di tampilan ini harus menggunakan bahasa pemograman yang lengkap. Tentu bagi para pemula hal ini bisa merepotkan dan membingungkan.

Gambar Area Menulis Artikel

Seperti yang sudah disebutkan di awal bahwa artikel ini bisa dimasukkan ke dalam mode schedule atau dijadwalkan. Pilih menu tanggal dan juga jam kapan artikel ini akan dipublish. Perhatikan tanggal dan jamnya. Perhatikan lebih detail agar tidak salah. Selain itu artikel ini juga bisa diberikan password.

Jika artikel yang ingin dipublish ini mempunyai password agar artikel ini hanya bisa dibaca oleh para pengunjung tertentu saja, bisa klik di area Publish dimana di sebelah tulisan Visibility ini terdapat tombol pilihan seperti Public, Password Protected dan juga Private. Pilih Password Protected. Kemudian tulis Kata Sandi atau Password yang diinginkan di artikel tersebut.

Fitur Preview tentu saja juga bisa digunakan untuk melihat bentuk dari artikel yang akan dipublish nantinya. Preview ini akan membantu untuk melihat tampilan artikel apakah sudah benar atau sesuai seperti yang diinginkan atau tidak.

Sementara untuk menu lainnya seperti Comments and Pings ini akan membuat artikel yang di publish tersebut bisa diberikan komentar atau tidak. Jika bisa diberikan komentar, maka pilih Comments. Ada pula dengan fasilitas link back yang bisa memberikan tampilan link di artikel yang akan dipublish.

Cara Mengganti Theme di WordPress

WordPress memang menjadi salah satu cara untuk memudahkan user membuat blog atau website yang unik dan juga menarik serta keren. Kemudahan yang bisa didapatkan di WordPress ini adalah dengan adanya theme atau tema yang terdapat di dalam WordPress tersebut. Ternyata bukan hanya penggunaan Theme saja. Di WordPress ini user juga bisa mencoba untuk edit dan mengubah tema WordPress sesuai dengan selera.

Tema atau Theme di wordpress ini adalah desain halaman dan juga tata letak blog yang memiliki basis wordpress. Theme di WordPress ini adalah gabungan dari script HTML, CSS dan juga PHP serta gambar file lainnya. WordPress theme ini tentu saja memiliki karakter berbeda dan juga ciir khas tersendiri. Sehingga theme di WordPress ini memiliki bentuk dan tampilan yang unik.

Kali ini akan dibahas mengenai cara untuk melakukan editing atau mengubah thema blog dari wordpress tersebut. Bisa yang gratisan atau free dan juga yang berbayar. Ketika membuat website di WordPress ini, pada tampilan awal akan diberikan banyak pilihan theme atau tema yang variatif dan menarik. Tentunya Theme ini memiliki bentuk yang simple dan juga kurang menarik terutama bagi para user yang ingin mengelola website profesional dengan menggunakan WordPress sebagai CMS mereka.

Biasanya pilihan Theme ini akan digunakan di awal saja ketika baru pertama dibuat. Jika sudah ramai bisa jadi theme bawaannya tersebut akan diubah dengan banyaknya widget dan juga fitur serta layout yang keren. Tentu saja hal ini harus membuat user melakukan perubahan dan juga editing Theme tersebut.

Ada banyak situs yang menyediakan theme yang unik dan menarik. Semakin unik dan keren, tentu saja harga juga cukup mahal. Ada pula yang gratisan, akan tetapi desainnya tentu saja tidak seunik dan sekeran yang berbayar. Meski ada pula yang bajakan, akan tetapi tidak menjamin di tengah jalan akan berjalan dengan normal dan mudah diakses.

Jika mencari theme disarankan di situs resmi. Jika ingin yang unik dan keren, mau tidak mau user harus membeli dan membayar sesuai dengan harga yang tertera. Bisa pula menunggu promo atau diskon yang kerap terjadi di dunia theme dan internet ini. Jangan pernah menggunakan theme bajakan yang berbahaya. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan jika tetap bersikeras menggunakan theme bajakan.

Untuk theme bajakan ini tidak ada updatenya. Perlu diketahui bersama bahwa wordpress meskipun mudah dalam hal pembuatan, ternyata juga cukup mudah untuk ditembus dari segi keamanannya. Apalagi jika dibunakan tanpa pernah dilakukan proses update sama sekali. Terutama dalam hal Theme nya.

Hal ini disebabkan theme yang lama tentu saja sudah bisa terbaca dan dengan mudah terbaca oleh para hacker dan juga orang yang berpengalaman. Sama halnya dengan CMS wordpress lama yang biasanya digunakan oleh para pemula. Sehingga proses keamanannya memang sangat mudah untuk ditembus. Oleh sebab itu disarankan untuk memilih versi wordpress yang dipakai disembunyikan yang termasuk di dalamnya plugin dan juga kode tertentu. Dan pilih Theme yang memiliki update tiap minggunya.

Ternyata jika mendapatkan promo Theme WordPress yang berbayar dengan promo gratis, jangan langsung diterima. Apalagi jika kemudian diarahkan ke situs atau website dan blog yang ditidak jelas. Hal ini bisa jadi Theme tersebut sudah diubah pengaturan di dalamnya. Seperti sudah diberikan kode redirect ke halaman tertentu. Sehingga bisa membeirkan kerugian dan juga bisa membuat theme yang akan digunakan tidak berjalan sempurna ketika di tengah jalan nantinya. Hal ini bisa membuat website dan situs yang dibuat menjadi berbahaya.

Theme yang bajakan ternyata juga tidak akan mendapatkan suport langsung dari sang pembuat Theme tersebut. Hal ini mengingat Theme tersebut didapat dengan cara bajakan. Masalah ini akan sangat besar di kemudian hari. Ketika suatu waktu situs atau blog yang dibuat mengalami permasalahan di theme, dan juga sistemanya ini tentu saja tidak bisa dibantu oleh sang pembuat theme tersebut. Contohnya ketika terjadi bug di kode theme tersebut, praktis si pembuat theme yang lebih hafal dan mengerti mengenai kode dan juga bug dari theme tersebut.

Sementara untuk theme yang gratisan sendiri biasanya theme yang diberikan lebih simpel dan tidak terlalu rumit jika terjadi bug dan juga masalah. Hal lain yang bisa membuat rugi ketika terjadi bug adalah proses traffic dari situs yang akan mempengaruhi Adsense sehingga membuat situs akan menurun.

Setelah memahami mengapa tidak disarankan menggunakan theme bajakan, sekarang akan dibahas mengenai cara dan langkah untuk mengganti Theme di WordPress. Ternyata ada berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengganti theme di WP atau WordPress ini. Bisa dengan memilih sendiri theme yang sudah tersedia di WordPress dan juga melakukan upload melalui akun admin dari WordPress serta upload di hosting dan juga Cpanel nya langsung.

Khusus untuk cara terakhir agak sulit. Hal ini disebabkan para user harus login terlebih dahulu di akun hosting dan bukan di admin blog. Tentu saja ada berbagai macam cara dan juga kelebihan masing-masing dari cara-cara tersebut. Salah satu yang cukup simpel dan sederhana tentu saja dengan menggunakan theme yang sudah tersedia di WordPress ini. Apalagi di sini ada yang berbayar dan juga gratisan.

Untuk cara tersebut memang sudah banyak yang menggunakannya di blog wordpress ini. Pasalnya untuk upload dari komputer tentu saja membutuhkan biaya tambahan yang tentu saja harus dibayar kepada pihak wordpress. Bisa juga menggunakan theme yang berbayar dengan hosting dan domain yang sudah dikelola sendiri dan ini disarankan untuk digunakan.

Bagi yang ingin menggunakan theme yang sudah disediakan oleh WordPress, langkah yang pertama adalah dengan masuk ke area Control Panel atau Dashboard dari blog WordPress. Login ke admin dengan cara mengetik http://www.namawebsite.com/wp-admin (nama ini biasa digunakan untuk default dari WordPress jika belum memakai plugin guna mengganti url dari login website). Setelah login dan berada di halaman utama dari Dashboard WordPress, langkah selanjutnya bisa memilih menu “Appearance.” Kemudian pilih menu “Themes” seperti gambar di bawah ini

Gambar Menu Appearance

Setelah masuk ke halaman theme wordpress tersebut, kemudian pilih menu “Add New” . Di area ini biasanya tersedia beberapa penyedia jasa hosting yang sudah memberikan berbagai macam theme gratisan yang bisa dipilih sesuai selera. Bisa pula dengan mencari theme tertentu dengan masuk ke menu ‘search’ di kolom bagian atas. Pilih sesuai model dan juga selera yang diinginkan.

Setelah selesai dan juga memilih theme yang diinginkan, bisa klik tombol “Install” . Tunggu beberapa saat, proses penginstalan theme sedang dilakukan dan jangan klik apapun. Setelah proses instal sukses, akan muncul tanda “Successfully installed the theme…” yang membuat theme akan diubah. Setelah itu akan muncul 3 pilihan link seperti Live preview untuk melihat bentuk tampilan dari blog atau website. Ada pilihan Activated yang akan mengaktifkan theme yang sudah diinstal dan juga Return to theme installer yang akan membawa user kembali ke halaman penginstalan jika masih ada beberapa hal yang perlu diinstal. Jika sudah puas, maka pilihan ke 2 yaitu Activated bisa dipilih seperti gambar di bawah ini.

Gambar Instalasi dan Aktivasi Theme

Proses instalasi dan juga proses aktivasi Theme WordPress sudah selesai dilakukan. Langkah selanjutnya tentu saja melihat tampilan dari Theme terbaru tersebut dengan tulisan “My blog” yang letaknya ada di sebelah pojok kiri atas. Bisa juga dengan membuka tab baru di browser seperti Firefox dan Chrome kemudian memasukkan alamat website di address bar. Perhatikan dengan seksama theme yang sudah terganti tersebut. Jika website user sudah dibuka sebelum proses penggantian theme, maka harus dilakukan refresh di browsing tersebut agar bisa melakukan proses loading ulang sehingga tampilan baru bisa terlihat. Bisa dengan klik F5 di keyboard atau klik kanan dan pilih Refresh.

Selain memilih theme yang sudah tersedia di WordPress, cara lain untuk mengganti Theme di WordPress adalah dengan upload hasil download dari komputer. User terlebih dahulu sudah mempersiapkan atau mendownload theme yang ingin diinstal. Bisa melalui situs-situs resmi Theme yang banyak ditemukan di dunia internet.
Jangan lupa pula untuk melakukan upload theme terlebih dahulu ke hosting yang digunakan tersebut. Jika di cara sebelumnya theme sudah ada dan tersedia di jasa hosting ini, maka di langkah ini user harus mengupload agar bisa terpilih dan terinstal di website yang sedang dibuat.

Sebelum upload, pastikan bahwa file theme yang akan dimasukkan itu sudah dicek terlebih dahulu. Apalagi jika file tersebut dalam bentuk zip atau rar. Disarankan untuk melihat file di dalamnya. Pasalnya kadang masih ada file .zip atau rar yang belum diekstrak. Oleh sebab itu harus diekstrak terlebih dahulu agar tidak menyebabkan proses instalasi dan juga aktivasi menjadi error yang berujung ke gagal. Jika semua sudah aman, maka file sudah bisa diupload dalam bentuk zip atau rar.

Langkah yang harus dilakukan oleh user adalah dengan cara login dan masuk ke halaman utama dashboard dari website yang sudah dibuat. Bisa mengetik alamat website seperti diatas. Setelah itu di bagian kiri pada Dashboard ini pilih menu “Appearance”. Setelah itu pilih menu “Themes”. Di sini ada banyak pilihan menu. Pilih “Add New” . Pilih link “Upload Theme” yang letaknya berada di samping “Add Theme” ini.

Kemudian pilih tombol kecil “Pilih File” yang akan membawa user ke folder komputer atau laptop. Pilih file theme wordpress yang sudah disimpan di komputer. Lalu pilih ‘Open’. Kemudian klik “Install Now” yang akan membawa user ke proses instalasi Theme terbaru. Tunggu hingga proses instalasi selesai.

Gambar Upload Theme di WordPress

Setelah proses instalasi selesai, pilih menu “Activated” yang akan membuat theme baru ini menjadi theme di website atau blog tersebut.

Gambar Aktivasi Theme

Kedua cara ini sangat simple dan juga cukup cepat. Tidak membutuhkan waktu lama. Hanya cukup sekitar 5 menit saja tampilan dari website atau bloh menjadi lebih menarik. Ditambah lagi jika theme yang dipilih cukup ringan dan juga SEO Friendly serta tidak banyak widget di dalamnya yang akan memudahkan untuk mengakses blog dan website yang dibuat.

Cara Instal Plugin di WordPress

Tentu bagi sebagian orang belum paham apa itu Plugin WordPress. Plugin di WordPress ini berupa program tambahan yang akan terintegrasi secara langsung ke WordPress guna menyajikan berbagai macam fungsi lain yang akan memudahkan para user mengelola website atau situs mereka. Dan tentu saja fungsi dari plugin ini tidak ditemukan di instalasi standard.

Plugin ini bisa juga software, program atau aplikasi tambahan yang isinya adalah fungsi script atau bahasa PHP guna menyajikan fungsi dan layanan yang lebih spesifik dan berguna untuk meningkatkan fungsi serta penggunaan wordpress secara optimal. Dan tentu saja plugin ini bekerja sesuai dengan metode WordPress tersebut.

Fungsi plugin dari wordpress ini sendiri mempunyai berbagai macam hal. Salah satunya adalah memungkinkan pihak ketiga terutama para user guna membuat tambahan fitur di dalam aplikasi wordpress tersebut. Sementara fungsi lainnya adalah dengan memberikan dukungan fitur yang belum tersedia di layanan standar WordPress ketika melakukan instalasi pertama kali. Sedangkan fungsi lainnya adalah dengan cara mengurangi ukuran aplikasi dari wordpress serta memisahkan kode sumber yang tidak kompatibel dengan software yang sudah memiliki lisensi. Tentu saja fungsi dari Plugin ini sudah memberikan kemudahan tersendiri.

Selain Theme, WordPress memang sudah menyediakan berbagai macam plugin yang bisa ditambahkan ke dalam sistem untuk website. Untuk proses instalasi plugin WordPress ini ada beberapa cara dan juga metode yang bisa digunakan. Bisa dengan menggunakan search engine di WordPress itu sendiri, bisa juga dengan cara upload plugin ke WordPress dari komputer. Sementara cara lain yang bisa digunakan adalah dengan menginstall plugin memakai FTP. Cara-cara ini bisa digunakan sesuai dengan selera dan juga kemampuan.

Melakukan instalasi plugin di WordPress dengan search engine di WordPress ini menjadi salah satu cara yang cukup mudah. Terutama bagi para user pemula. Di sini para user hanya perlu memakai atau menggunakan pencarian Plugin di kolom search dalam CMS Dashboard WordPress milik website yang akan dibuat. Dan cara ini hanya berlaku dan bisa digunakan untuk plugin gratis yang sudah disediakan oleh WordPress.

Langkah pertama adalah dengan masuk ke halaman admin Dashboard WordPress yang sudah dibuat. Di halaman Dashboard ini pilih menu Plugin, kemudian pilih Add New seperti gambar di bawah ini.

Gambar Search Engine Plugin

Setelah masuk ke kolom plugin, cari plugin di kolom search. Cari plugin sesuai selera dengan memasukkan nama plugin atau fungsi dari plugin yang ingin dimasukkan ke dalam sistem WordPress tersebut. Seperti contohnya adalah jika ingin memasukkan plugin All in One SEO, maka masukkan nama All in one SEO ke dalam kolom search di menu plugin tersebut. Dan user akan mendapatkan berbagai macam plugin yang akan keluar dari WordPress.

Terkadang ada banyak nama yang sama. Tentu saja pilih plugin yang sesuai dengan kriteria dan juga selera. Langkah paling mudah adalah melihat rating dan juga jumlah pengguna yang sudah menginstal dan juga memakai plugin tersebut ke dalam situs atau website yang mereka kelola. Hal ini tentu saja bisa membantu untuk memilih plugin yang terbaik dari beberapa pilihan yang ada di sini. Setelah merasa cocok, klik tombol ‘Install Now‘.

Setelah itu WordPress akan langsung men-download dan melakukan instalasi di situs dan website yang dikelola. Tunggu beberapa menit proses instalasi tersebut. Setelah itu akan terdapat pesan sukses ketika instalasi ini berhasil. Kemudian user akan diberikan sebuah link yang berfungsi untuk mengaktifkan plugin dan juga kembali ke halaman Plugin installer.

Gambar Proses Instalasi

Plugin di WordPress ini setelah di instal jangan lupa untuk mengaktifkannya agar bisa berjalan di website atau situs tersebut. Ada link “Activate Plugin” guna memulai untuk proses aktivasi plugin yang diinginkan tersebut. Dan setelah aktivasi tersebut, plugin sudah bisa digunakan.

Langkah berikutnya setelah proses aktifasi adalah dengan melakukan konfigurasi dari plugin. Ada beberapa plugin yang harus dilakukan konfigurasi atau pengaturan terlebih dahulu agar bisa bekerja secara optimal. Jika plugin yang dipilih langsung bekerja secara otomatis, tentu tidak perlu melakukan konfigurasi. Akan tetapi jika perlu proses pengaturan, masuklah ke menu pengaturan atau konfigurasi pada plugin yang sudah dipilih. Setelah itu lakukan pengaturan sesuai selera.

Selain menggunakan plugin dari WordPress, para user bisa juga dengan memasukkan plugin dari luar dengan cara menguploadnya ke WordPress. Jika ingin memakai metode atau cara ini tentu saja user harus melakukan download plugin ke folder atau direktori komputer. Terutama bagi yang ingin menggunakan plugin berbayar.

Ada beberapa developer plugin dan juga plugin berbayar yang memang tidak masuk ke dalam daftar listing pencarian plugin WordPress. Oleh sebab itu WordPress ini mempunyai fitur Upload guna mempermudah untuk melakukan instalasi dari plugin tersebut. Tentu saja file yang ingin diupload harus didownload terlebih dahulu.

Jangan lupa untuk file yang didownload harus berformat zip atau rar. Setelah itu masuklah ke halaman dashboard atau admin area di WordPress tersebut. Dan masuk ke menu plugin dan pilih Add New seperti gambar di bawah ini.

Gambar Upload Plugin

Kemudian pilih tombol Upload Plugin yang berada di bagian atas dari halaman Dashboard WordPress ini. Setelah itu user akan dibawa menuju ke folder direktori komputer atau laptop. Pilih tempat dimana plugin itu disimpan. Setelah itu pilih dan open file tersebut.

Gambar Instalasi Plugin

Setelah file tersebut terpilih, user bisa melakukan proses instalasi dengan menekan tombol “Install Now“. WordPress akan langsung melakukan upload file plugin dari komputer atau laptop dan langsung melakukan proses instalasi tersebut. Jika proses instalasi sukses, user akan mendapatkan pemberitahuan dan pesan bahwa instalasi sukses. Setelah instal selesai, user bisa klik link “Activate Plugin” dan sudah bisa menggunakan plugin tersebut. Jika perlu konfigurasi, lakukan konfigurasi agar plugin bisa berjalan dengan sempurna.

Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah dengan cara manual menginstalasi plugin tersebut dengan menggunakan FTP. Di cara ini tentu saja jauh lebih rumit dibandingkan dengan cara search langsung atau upload hasil download plugin. Cara ini biasa digunakan jika penyedia layanan hosting WordPress tersebut mempunyai batasan mengenai file yang tentu saja membuat user juga terbatas untuk menginstal plugin.

Dengan kasus tersebut para user bisa melakukan instalasi plugin ini dengan cara manual memakai FTP. Langkah pertama yang harus dilakukan adalah dengan mendownload file plugin yang diinginkan. Dan tentu saja file tersebut harus dalam format zip atau rar. Cek terlebih dahulu file didalamnya, apakah masih ada format zip dan rar. Jika masih ada, ekstrak terlebih dahulu file tersebut.

Kemudian hasil ekstrak ini simpan dalam 1 folder yang mempunyai nama yang sama. Dan folder ini yang nantinya akan digunakan untuk menginstal dan upload di website yang dibuat dengan cara manual memakai FTP Client tersebut.

Untuk melakukan upload, user harus akses terlebih dahulu host melalui aplikasi FTP Client. Jika belum memiliki username, maka buatlah username dan juga password FTP melalui cPanel hosting yang digunakan untuk membuat website tersebut. Bisa juga dengan menghubungi support atau Costumer Service yang sudah disediakan oleh jasa penyedia hosting untuk membimbing atau membuat username di FTP ini.

Langkah berikutnya adalah membuka FTP client di komputer atau laptop yang akan digunakan. Dan jangan lupa untuk terhubung ke situs web yang akan digunakan untuk instalasi Plugin. Login ke situs atau web hosting tersebut. Setelah semua terkoneksi, akses direktori atau folder /wp-content/plugins/ untuk memulai proses upload dan juga instalasi plugin tersebut.

Langkah berikutnya adalah dengan melakukan upload folder yang sudah diekstrak dan disimpan tersebut ke folder /wp-content/plugins/ yang terdapat di server web dari hosting yang digunakan.

Gambar Upload File ke FTP

Setelah proses upload file rampung, masuklah ke halaman atau area admin dari WordPress dan klik di link Plugins yang terdapat di menu admin. Setelah itu akan terlihat apakah plugin yang diupload tersebut berhasil diinstal di halaman daftar plugin atau tidak. Jika berhasil akan muncul pesan sukses. Setelah itu user hanya perlu mengaktifkan plugin tersebut dengan cara menekan tombol ‘Activated Plugin’. Plugin secara otomatis akan ditambahkan ke website. Jangan lupa lakukan konfigurasi untuk keperluan plugin tersebut.

Gambar Aktivasi dengan FTP Client

Cara Mengatur dan Menambahkan Widget

Salah satu fitur yang sudah disediakan oleh WordPress ini adalah Widget. Apakah Widget itu ? Widget ini memiliki hubungan yang sangat erat dengan web dan juga blog. Oleh sebab itu Widget ini adalah sebuah alat yang memiliki fungsi dan juga peran dalam hal untuk memaksimalkan potensi dan juga membuat tampilan website menjadi lebih indah dan menarik serta membuat website atau situs jadi keren untuk dilihat.

Widget ini adalah sebuah elemen yang memiliki manfaat dan juga kegunaan yang mudah dipakai. Ada pula Widget yang sudah disediakan oleh WordPress itu sendiri dan juga penyedia layanan blog yang digunakan. Ada pula yang berasal dari pihak ketiga untuk memudahkan user memberikan kemudahan kepada website atau situs yang digunakan.

Penggunaan dari widget ini tentu saja sudah semakin dimudahkan oleh pihak ketiga sebagai penyedia layanan. Tentu saja user hanya perlu mendaftar saja atau bahkan sangat mudah dengan hanya mengcopy script yang akan digunakan dan sudah ada di element blog tersebut. Ada beberapa widget yang bisa digunakan untuk mempercantik tampilan website atau blog tersebut. Berikut widget yang bisa digunakan.

MyBlogLog’s Recent Readers – Widget MyBlogLog’s Recent Readers ini adalah widget yang kehadirannya sudah mendapatkan perhatian dari para user. Apalagi dengan fitur yang sudah disediakan di Widget ini. Di widget ini akan memperlihatkan avatar yang tampil dari para pengunjung yang datang ke website atau blog dan situs. Widget ini sangat populer di kalangan para user. Bahkan MyBloglog sendiri mampu membuat Yahooo membeli sahamnya. Untuk menggunakan widget ini dibutuhkan akun Yahoo agar bisa menggunakannya dengan mudah dan leluasa.

Mashable – Widget Mashable ini sudah memberikan fitur newsreel atau headline news berupa berita terbaru ke dalam website yang menggunakan widget ini. Widget ini memberikan element berupa tampilan yang akan memberikan cuplikan berita dan juga postingan dari sosial networking yang terhubung langsung dengan website tersebut. Dan ada berbagai macam pilihan warna yang bisa disesuaikan dengan tampilan dari website tersebut.

Headline News – Senada dengan Widget Mashable, widget Headline News ini akan menampilkan cuplikan dari headline berita yang berasal dari situs berita di semua penjuru di dunia. Sehingga para pengunjung website dan situs tersebut bisa mendapatkan informasi terbaru dari berita-berita yang sedang terjadi di dunia.

Flickr Flash Photo Stream Badge – Widget Flickr Flash Photo Stream Badge ini berfungsi untuk menampilkan foto dari profil flickr secara urut dan hanya menggunakan sentuhan flash saja. Flickr ini juga menjadi salah satu bagian dari yahoo. Sehingga bagi para user yang ingin menggunakan widget ini tentu saja harus memiliki akun yahoo seperti halnya MyBlogLog tersebut.

Preview Anywhere – Untuk widget Preview Anywhere ini sudah sangat terkenal dengan nama snapshots untuk para pengguna wordpress. Dan widget ini memang menjadi salah satu widget rekomendasi para admin pengguna WordPress. Fungsi dari widget ini akan memudahkan para user guna melihat preview link keluar dan adanya tampilan popup ketika para pengunjung ini meletakkan mouse di area teks atau juga banner yang memiliki kandungan link didalamnya. Tampilan popup tersebut tidak terlalu besar. Sebagian user yang cukup banyak menggunakan widget ini untuk memberikan informasi secara lengkap.

Twitter Badge – Sementara untuk widget Twitter Badge sendiri akan berhubungan erat dengan media sosial Twitter. Widget ini tentu saja akan terhubung dengan aplikasi media sosial Twitter dari si user pemilik website tersebut. Widget ini bisa menampilkan aneka cuplikan kalimat-kalimat pendek sebanyak 280 karakter dengan berbagai macam isi yang dituangkan oleh si empunya website. Widget ini memang sangat pas bagi para user yang narsis dan ingin semua pengunjung blog atau website mengikuti setiap kegiatan dan juga menampilan beragam tweet yang dibuat. Para pengguna WordPress ini tentu saja sudah ada plugin yang bisa langsung memposting twitter dari situs atau website tersebut. Tentu saja akan memudahkan para user.

Digg News – Untuk widget Digg News ini berfungsi untuk menampilkan Link terakhir yang masuk ke dalam sosial media dari user. Di widget ini sudah ada beberapa pilihan theme dan juga warna yang bisa diatur sesuai keinginan dan selaras dengan tampilan website atau blog.

Feedjit – Widget FEEDJIT ini menurut para user adalah widget yang cukup enak digunakan. Widget ini adalah layanan real time traffic yang bisa dilihat di blog atau website yang dikelola. Dan ada sekitar 4 pilihan widget yang bisa dipilih sesuai selera dan juga pas dengan website dan blog yang dikelola.

LineBuzz – Sedangkan widget LineBuzz ini sangat membantu untuk Komentar di dalam blog atau website. Widget ini tentu saja sangat membantu untuk situs yang mempunyai frekuensi yang tinggi untuk menerima komentar. Dan para pengunjung bisa saling berkomentar dan berdiskusi. Akan tetapi para pengunjung harus mendaftar terlebih dahulu di LineBuzz agar bisa berkomentar di blog tersebut.

Flixn – Lalu ada pula widget Flixn. Widget ini akan terhubung dengan webcam di komputer dan juga laptop. Widget ini nantinya bisa melihat ekspresi dan tampilan para pengunjung yang mengakses blog ini dan menggunakan widget Flixn. Dan bisa langsung melakukan livecam ketika memasuki blog tersebut. Hal ini memudahkan para pengunjung dan user berinteraksi secara langsung.

3Jam – Widget 3Jam ini akan memberikan kemudahan kepada para pengunjung blog untuk langsung berinteraksi dengan user atau admin pengelola website dengan cara mengirimkan SMS langsung ke HP admin tanpa mengetahui nomor dari sang admin.

Jaxtr – Untuk Widget Jaxtr sendiri cukup mirip dengan widget 3Jam. Di widget Jaxtr ini para pengunjung blog ini akan langsung menghubungi HP Admin tanpa mengetahui nomor ponsel dari admin tersebut. Sehingga rahasia tetap terjaga.

LinkedInABox – Widget ini nantinya akan menampilkan profile dari sang pemilik website ke LinkedIn. Dan biasanya blog-blog personal menggunakan widget ini untuk menghubungkan ke media sosial LinkedIn.
Box Widget – Sementara widget Box Widget ini akan memberikan kemudahan kepada para pengunjung blog untuk langsung mengupload file ke media penyimpanan online box.net. Dan langsung melalui widget yang sudah terpasang di situs atau blog tersebut.

Price of gas – Bagi yang ingin memberikan informasi mengenai harga bahan bakar kendaraan bermotor di tampilan website dan juga blognya, tentu saja widget Price of Gas ini sangat pas. Para pengunjung akan diberikan informasi harga bensin premium, pertamax dan juga solar yang berlaku saat ini. Widget ini sendiri sangat pas dan juga cocok bagi para pengunjung blog atau situs yang mempunyai tingkat mobilitas yang tinggi. Akan tetapi hanya blog-blog tertentu yang memasang widget ini seperti blog pembahasan masalah gas bumi dan juga bahan bakar atau yang lainnya. Widget ini sendiri diberikan secara cuma-cuma oleh Gas-Cost.Net. User hanya perlu mengcopy script tersebut.

iBegin Weather Widget – Widget ini seperti namanya akan memberikan informasi mengenai laporan cuaca di sekitar wilayah Kanada dan juga Amerika. Sama halnya dengan widget Price of Gas ini, tentu saja widget ini biasanya digunakan untuk blog yang membahas permasalah lingkungan dan juga cuaca.

ClockLink –Widget ClockLink ini menjadi salah satu widget yang cukup diminati dan juga sering digunakan di situs atua blog yang dikelola. Tentu saja untuk memberikan petunjuk waktu kepada para pengunjung blog atau situs. Biasanya lebih kepada manajemen waktu.

Film Loops – Widget Film Loops ini akan memberikan sebuah cerita atau review dan juga kesimpulan dari film yang terakhir ditonton. Akan tetapi admin atau user harus memiliki akun dari FilmLoops tersebut.

Daily Painters – Widget ini tentu saja sangat pas bagi user yang mempunyai jiwa seni yang tinggi. Pasalnya di dalam widget ini akan menampilkan berbagai macam lukisan dari seniman terkenal di dunia. Sangat pas untuk blog atau situs seni.

WhoLinked – Widget ini akan memperlihatkan kepada para pengunjung situs atau blog tersebut mengenai situs atau blog yang sudah melink di situs tersebut. Yang lebih menarik adalah WhoLinked ini akan melakukan update secara otomatis dan akan langsung terhubung dengan situs atau blog yang menggunakan widget tersebut.

Criteo AutoRoll – Widget ini memberikan informasi berupa link yang memiliki isi dan juga konsep yang sama dengan blog yang dikelola. Dan para pengunjung bisa langsung masuk ke website tersebut dengan klik link yang tersedia.

Calender –Wordpress sudah menyediakan fitur widget Calendar ini di dalamnya. Widget ini akan menampilkan tanggal, bulan dan tahun serta hari di halaman utama dari situs atau blog yang dikelola.

Bitty Browser – Widget ini akan menampilkan sebuah web browser mini yang terdapat di bagian sidebar dari website atau blog yang dikelola. Di widget ini akan memberikan kemudahan untuk mengakses browser lain di dalam sebuah website.

Leafletter – Hampir serupa dengan Bitty Browser, di widget Leafletter ini bisa membuat sebuah website mini dan akan menyimpannya di situs atau blog yang dikelola tersebut.

WikiSeek – Widget ini berhubungan erat dengan Wikipedia. Di dalam Widget ini para pengunjung bisa melakukan pencarian di Wikipedia melalui situs atau blog yang dikunjungi dan memakai widget tersebut.

FeedCount – Widget FeedCount tersebut akan menampilkan jumlah pengunjung dari situs atau blog melalui sebuah banner kecil. Dan widget ini sendiri berhubungan erat dengan account feedburner yang dimiliki tersebut.

Technorati Link Count – Di dalam widget ini akan memberikan tampilan berupa reaksi jumlah link yang berhubungan langsung dengan blog Anda. Semuanya akan disajikan dengan lengkap dan juga jelas.

MyPageRank – Widget ini akan memungkinkan para user untuk memberikan informasi bahwa situs atau blog yang dikelola memiliki manfaat dan juga akan menampilkan Ranking Google atau Google PageRank (PR). Di widget ini akan ditampilkan nilai dari website atau blog yang dikelola.

CheckPageRank – Widget ini berinteraksi dengan MyPageRank, di widget ini para user bisa melihat rangking dan penilaian dari Google terhadap website yang dikelola.

Counter Statistic – Sementara widget yang bisa memberikan informasi mengenai jumlah pengunjung dari blog dan website tersebut bisa menggunakan widget Counter Statistic. User bisa mendapatkan informasi berapa banyak para pengunjung website.

Web/Blog Counter – Widget ini bisa didapatkan di situs Histats.Com yang akan memudahkan user guna melacak pengunjung yang mengakses website atau blog yang dikelola. Widget ini akan memberikan informasi komplit mengenai IP Address dari para pengunjung blog tersebut.

BlinkxIt – Widget ini akan memberikan tampilan banner kecil yang terletak di bagian bawah dari postingan di situs tersebut. Banner BlikxIt ini akan keluar dalam bentuk mini popup seperti snapshot dan juga akan menampilkan video yang langsung berhubungan dengan situs atau blog tersebut.

Skype button –Widget yang satu ini akan berhubungan dengan Skype. Di dalam widget ini nantinya akan memberikan informasi mengenai status dari akun Skype yang dimiliki oleh admin dan pengelola situs tersebut.

RockYou Horoscope – Bagi yang senang dengan ramalan, widget RockYou Horoscope ini akan menampilkan ramalan tentang horoskop atau bintang di dalam website atau situs yang dikelola tersebut.

del.icio.us Tagometer – Widget ini akan memberikan informasi mengenai berapa jumlah pengunjung dalam blog atau situs yang melakukan bookmark kepada blog tersebut.

Timelines – Bagi yang ingin membuat timeline di situs atau blog yang dikelola, widget Timelines ini sangat pas. Caranya juga sangat mudah. Hanya memasukkan RSS blog atau situs tersebut dan memasukkan ukuran lebar dan tingginya saja.

PollDaddy – Widget PollDaddy ini akan memberikan sebuah pelayanan berupa pembuatan poling atau survey interaktif kepada para pengunjung dari situs atau blog tersebut. Apalagi di sini juga bisa menggunakan berbagai macam theme yang sangat unik dan juga menarik.

Vizu –Widget Vizu ini senada dengan Widget PollDaddy, kelebihannya adalah widget ini bisa digunakan di luar WordPress dan bisa digunakan di platform manapun

AnswerTips – Widget dari Answers.com ini akan memberikan jawaban dan juga pengetahuan mengenai berbagai macam istilah yang ada di dalam blog atau situs yang dikelola. Tentu saja untuk memberikan pengetahuan di dalam bahasa gaul atau bahasa tidak baku.

AnswerBoxes –Widget ini juga berasal dari Answer.Com. Widget ini akan memberikan layanan kepada para pengunjung situs guna memasukkan beberapa kata yang tidak dimengerti di dalam blog tersebut. Kemudian akan terintegrasi dengan AnswerTips untuk mendapatkan jawaban tersebut.

Now Playing – Bagi yang gemar mendengarkan musik dan juga sharing playlist musik, widget Now Playing ini akan memberikan playlist musik yang sedang didengarkan oleh admin dari situs tersebut.

BuzzBoost – Sementara untuk widget BuzzBoost ini akan menampilkan headline RSS FeedBurner ke dalam blog atau situs yang dikelola.

AuctionAds – Widget ini cukup unik. Pasalnya widget ini akan menampilkan sebuah acara lelang yang digelar di eBay. Dan blog yang menggunakan widget ini bisa mendapatkan duit ketika pengunjung blog tersebut ikut dan memenangkan lelang.

aStore – Hampir mirip dengan widget AuctionAds, hanya saja widget ini berhubungan dengan Amazon. Cara kerjanya mirip dengan AuctionAds. Para pengunjung yang berbelanja di Amazon melalui link di blog yang dikelola, memungkinkan user untuk mendapatkan persenan.

Deal of The Day – Satu lagi dari Amazon adalah Deal of The Day. Widget ini memberikan informasi diskon besar-besaran yang ada di Amazon dan bisa diakses langsung melalui situs yang memiliki widget tersebut. Dan situs atau blog ini akan mendapatkan duit jika para pengunjung membeli melalui widget ini.

Stockalicious – Widget ini mirip dengan LinkedIN, di widget ini memungkinkan pengelola situs dan blog mengupload portfolio user di situs atau blog yang dibuat.

Yahoo! For Good – Widget yang satu ini sangat pas untuk yang gemar menyumbang. Widget ini akan memudahkan para pengunjung untuk ikut acara amal yang dibuat oleh Yahoo.

Giftspace – Widget Giftspace ini kerap digunakan oleh para admin atau pengelola situs dan juga blog. Fungsinya hanya memberikan informasi kepada para pengunjung mengenai barang apa yang diinginkan ketika sedang berulang tahun.

Google Map Widget – Widget ini terintegrasi dengan Google Map. Di sini akan diperlihatkan pencarian map yang terdapat di blog tersebut.

This Day in History – Widget ini memberikan informasi yang cukup penting mengenai sejarah. Di dalam widget ini akan menampilkan cerita sejarah yang sedang terjadi di tanggal tersebut beberapa tahun silam.

Shoutbox – Widget shoutbox memiliki fungsi untuk menampung pesan singkat dari para blogger yang sedang melakukan blogwalking. Ada banyak widget Shoutbox yang bisa dipakai seperti Shoutmix, Cbox, dan juga Oggix. Tentu saja memudahkan untuk para blogger saling bertukar pesan.

Widget WordPress sendiri pada mulanya dibuat dengan cara yang cukup sederhana dan tentu saja mudah untuk digunakan. Ditambah lagi dengan desain dan struktur yang terintegrasi dengan theme dari WordPress yang mudah digunakan oleh para user. Widget ini sendiri sudah bisa digunakan dengan mudah dengan cara drag and drop di area yang sudah ditentukan oleh WordPress. User bisa menemukan berbagai macam widget yang sudah tersedia dan juga area widget dengan cara ke Appearance lalu pilih Widgets di dashboard dari CMS WordPress tersebut.
Widget di dalam WordPress ini akan memudahkan para user guna menambah konten dan juga fitur di theme WordPress yang biasanya terletak di bagian sidebar. Akan tetapi ada pula area widget-ready yang terletak di area header dan juga footer serta di bagian bawah konten. Semuanya memang tergantung dari theme yang digunakan di dalam CMS WordPress tersebut.

Sebagian besar theme WordPress ini memang sudah menyediakan widget yang siap pakai. Dan tentu saja berintegrasi secara langsung. Meski begitu ada pula theme yang tidak memiliki widget. Sehingga user harus memilih widget sendiri atau bahkan tidak menggunakan widget sama sekali.

Widget sendiri sebagian besar merupakan area mandiri yang berisi kode guna memberikan fungsi dan layanan tertentu. Plugin juga kadang akan membawa widget sendiri sehingga akan memudahkan untuk berintegrasi dengan plugin yang sudah terinstal di WordPress ini.

Biasanya lokasi widget sendiri berada di area sidebar. Lokasinya terletak di bagian kanan atau di sebelah kiri dari postingan artikel di blog atau website. Bagi yang ingin memodifikasi dan memasukkan widget bisa mengikuti langkah berikut ini.

Login terlebih dahulu di akun WordPress yang dimiliki. Setelah itu masuk ke area Dashboard di WordPress tersebut seperti http://namawebsite.com/wp-admin dan masuk ke menu Appearance dan pilih Widgets. Di sini akan terlihat 2 kolom.

Gambar Menu Widget

Di sektor sebelah kiri ini adalah daftar dari widget yang bisa digunakan secara langsung. Sementara di kolom sebelah kanan ini adalah lokasi widget yang ada di situs atau website yang dibuat. Dan di setiap lokasi dari widget ini akan diberi judul guna mendeskripsikan letak dari widget tersebut. Seperti contohnya Widget dengan nama sidebar akan terletak di area sidebar. Sementara widget dengan nama Footer tentu saja akan berada di area footer yang terletak di bagian bawah website.

Gambar Sidebar Widget

Biasanya di bagian sidebar ini bisa dipasang widget mengenai post terbaru dan juga terpopuler. Bisa juga dipasang Link yang berintegrasi langsung dengan akun social media. Bisa pula form pendaftaran email, deskripsi singkat mengenai isi website, link lainnya yang bermanfaat, search engine dan iklan. Selain itu bisa pula diisi sesuai selera. Disarankan tempatkan elemen yang penting di bagian atas dari widget dan jangan memasang banyak widget di area sidebar yang akan mengganggu dan membuat situs menjadi lebih berat.

 

Membuat Menu Navigasi

Di WordPress ini sudah banyak komponen yang bisa memudahkan para user untuk mengelola dan membuat situs atau website menjadi lebih menarik. Salah satu komponen yang bisa digunakan adalah navigasi. Navigasi ini merupakan salah satu komponen kunci yang sangat berguna di setiap website. Baik itu berada di area menu front-end dan juga di area menu back-end yang ada di website atau blog tersebut. Menu navigasi ini biasanya digunakan oleh administrator, editor dan juga penulis serta para pengunjung situs WordPress sendiri dibangun dengan menggunakan sistem menu yang akan memudahkan user guna membuat menu kustom yang sesuai dengan selera dan juga tipe dari website yang akan dibuat. Menu-menu tersebut biasanya bisa ditampilkan di area tombol navigasi dan juga di area sidebar. Tentu saja sangat masuk akal jika banyak yang mengatakan jika WordPress ini memiliki sistem manajemen konten atau CMS yang terbaik.

Untuk area front-end, menu navigasi utama biasanya memiliki bentuk menu horizontal atau juga menu vertikal. Dan biasanya pula website akan mengadopsi menu horizontal yang terletak di bagian atas dari situs yang dikelola. Kemudian akan ditambahkan dengan sub tambahan yang akan ditampilkan dalam bentuk vertikal. Akan tetapi ada pula situs yang hanya menggunakan menu vertikal di area navigasi. Semuanya tergantung selera sang pemilik website tersebut.

Sementara untuk area admin dari WordPress sendiri menu utama biasanya akan ditampilkan di sebelah kiri di setiap page. Menu ini akan membawa ke link dari page admin user dari website tersebut. Hal ini termasuk posting, komentar, media, setting, plugin dan juga fitur-fitur lainnya yang bisa ditemukan di WordPress.

Lalu untuk opsi tambahan, seperti profil dan juga cara pintas guna menambahkan postingan baru serta page, akan terdapat di area atas di setiap halaman yang ada di admin WordPress ini. Untuk membuat atau mengatur menu navigasi di WordPress in caranya memang cukup mudah.

Langkah pertama tentu saja masuk atau login terlebih dahulu di dashboard website atau situs tersebut dengan klik http://namawebsite.com/wp-admin. Setelah login ke dalam admin WordPress, perhatikan menu navigasi yang letaknya berada di sebelah kiri. Langkah selanjutnya adalah dengan klik menu Appearance dan pilih menu Menus. Di area ini user bisa membuat menu navigasi sesuai selera seperti gambar di bawah ini.

Gambar Setting Navigasi

Jika ingin membuat menu yang baru, bisa klik Create A New Menu. Misalkan di template theme bawaan dari WordPress ini terdapat 2 menu yang terletak di bagian atas dan bawah, user bisa menambahkan dan membuat 2 kategori menu baru. Perhatikan di area kotak merah yang terdapat Menu Settings . Di sini akan diberikan contoh mengenai lokasi menu yang akan dipasang di area halaman website.

Letak dari menu navigasi sendiri berbeda-beda sesuai dengan thema template yang digunakan. Dan buat serta setting menu navigasi sesuai selera dan juga sesuai dengan theme template dari WordPress yang dipilih.
Guna membuat menu, secara garis besar ada 4 kategori yang bisa digunakan di sini. Dan tentu saja bisa dipakai dengan mudah. Kategori tersebut berupa Pages yang bisa dibuat oleh para user untuk menu navigasi dari setiap page atau halaman yang akan digunakan. Bisa seperti about dan juga contact.

Kategori lainnya yang bisa digunakan adalah Posts. Menu ini bisa membantu untuk membuat artikel yang telah diposting atau publish. Sementara kategori Custom Links ini jika user ingin membuat menu yang berasal dari link eksternal. Menu lainnya adalah Categories yang akan membuat menu dari kategori artikel yang sudah pernah dipublish atau diposting di WordPress tersebut.

 

Mengubah Permalink

Di WordPress ini setiap artikel yang dibuat atau dipublish memiliki link tersendiri. Sehingga ketika di share ke media sosial para pengunjung akan langsung mengakses artikel tersebut dengan menggunakan link atau permalink tersebut.

Permalink sendiri merupakan susunan link atau URL yang akan memudahkan para pengunjung untuk langsung menuju jalur online ke lokasi konten yang terdapat di dalam situs atau blog tersebut. Struktur permalink ini nantinya mempunyai sistem identitas dan juga bisa menjadi rujukan bagi search engine seperti Google Search guna memudahkan mengakses artikel tersebut.

Struktur permalink yang sangat baik tentu saja bisa menentukan serta membuat fungsi pencarian yang sangat optimal di mesin pencari atau search engine terhadap isi konten atau artikel yang dipublish tersebut. Tentu saja mengubah struktur permalink di setiap konten dan artikel yang dibuat menjadi salah satu keharusan dan kewajiban bagi para user agar mudah untuk dicari di search engine.

Dalam pembahasn kali ini akan diberikan cara dan langkah secara lengkap bagaimana mengubah dan juga mengganti permalink yang ada di WordPress. Apalagi bagi para blogger pemula yang ingin membuat blog atau website. Ditambah lagi yang baru saja berpindah platform dari platform lain ke WordPress.

Langkah yang pertama adalah dengan login atau masuk ke halaman dashboard situs atau website yang dikelola dengan mengetikkan http://namawebsite.com/wp-admin. Setelah itu pilih ke menu Settings. Dan pilihlah menu Permalinks seperti gambar di bawah ini.

Gambar Settings Permalinks

Ada beberapa pilihan atau opsi yang tersedia di sini. Ada sekitar 5 pilihan struktur yang bisa dipilih oleh user atau admin. Menurut para ahli yang sudah pengalaman dan juga rekomendasi yang pernah berkecimpung di dunia SEO, opsi Post name merupakan pilihan yang paling baik. Bisa juga dengan memilih SEO optimized.

Kedua pilihan tersebut menjadi pilihan yang pas. Hal ini disebabkan dengan adanya struktur serta judul konten yang akan membuat judul dari artikel atau konten tersebut berubah menjadi permalink. Praktis akan membuat mesin pencari akan lebih mudah mengidentifikasi dan juga menerima isi dari konten yang sudah dipublish tersebut.

Cara yang kedua adalah dengan melakukan modifikasi permalink post dari konten yang akan dipublish. User bisa merubah dan memodifikasi permalink dari konten yang sudah dipublish sehingga bisa masuk ke mesin pencari atau search engine dengan mudah

Gambar SEO Optimized

User bisa mengubah permalink single post yang sudah dipublish atau belum. Jadi tidak perlu membuat permalink yang sama dengan judul. Bisa membuat permalink yang mudah diingat dan tentu saja bisa masuk ke mesin pencari Google.

Kali ini akan dibahas mengenai cara dan juga langkah-langkah mengubah permalink single post yang ada di WordPress ini. Setelah langkah-langkah diatas, maka permalink yang akan muncul di konten atau tampilan wordpress ini sesuai dengan judul dari artikel atau konten tersebut. User bisa merubah struktur permalink default yang diambil dari judul konten tersebut menjadi permalink yang diinginkan di single post dan juga di artikel yang akan atau sudah dipublish di website. Tujuannya tentu saja guna memberikan peran yang optimal di sektor SEO konten.

Langkah pertama adalah dengan mengarahkan kursor mouse ke area Posts. Setelah itu pilih menu Add new.

Gambar Add New

Setelah itu isi kolom Judul sesuai dengan isi konten yang akan dibuat. Dan jangan lupa untuk tambahkan kata kunci akan memudahkan untuk pencarian di SEO Optimization. Sementara di bagian bawah dari area judul ini user bisa melihat sebuah link yang disebut Permalink. Seperti gambar di bawah ini. Secara default maka permalink akan sesuai dengan judul konten seperti http://namawebsite.com/judulkonten. Untuk mengubahnya klik tombol Edit yang ada di bagian kanan dari permalink dan bersebelahan dengan tombol View Post.

Gambar Letak Permalink

Jika ingin mengganti bisa menghapus semua isi di permalink tersebut. Dan ganti dengan kata kunci yang sesuai dengan isi konten dan juga bisa memudahkan di sistem pencarian Google.

Gambar Edit Permalink

Setelah selesai bisa terlihat perbedaannya. Coba perhatikan dengan seksama permalink di langkah yang pertama pada awal tutorial dengan permalink yang sudah diubah berikut ini. Setelah mengubah permalink, user bisa menyelesaikan artikel dan juga melengkapinya dengan isi gambar dan juga kategori serta tag yang bisa memudahkan di search engine tersebut

Gambar Permalink Pasca Modifikasi

Tujuan untuk mengubah permalink ini gunanya adalah untuk mempermudah mesin pencari atau search engine guna menemukan konten yang berhubungan erat dengan kata kunci yang digunakan dalam search engine. Bisa juga para pengunjung mencarinya di fitur search yang tersedia di website atau situs yang dikelola.

Permalink ini juga bisa dirubah pada artikel yang sudah dipublish. Jadi tidak perlu khawatir jika konten atau artikel sudah terlanjur terpublish. Caranya dengan memilih menu Post. Kemudian pilih menu All Post. Di sini user akan diajak menuju ke area deretan konten yang sudah dipublish. Pilih konten atau artikel yang ingin diubah permalinknya.

Di setiap konten ini akan ada 4 pilihan yang berupa Edit, Quick Edit, Trash dan View. User bisa memilih antara Edit atau Quick Edit. Untuk Quick Edit, user cukup mengisi di kolom Slug kata atau kalimat yang sesuai dengan selera dan dipercaya ramah dengan SEO Optimization. Disetiap kata harus terhubung dengan garis atau (-).

Gambar Edit Permalink Konten Published

Selain Quick Edit, bisa juga dengan memilih menu Edit. Dengan memilih menu ini user akan masuk ke halaman dari konten yang dipilih. Setelah itu pilih permalink di bawah kolom judul konten. Kemudian klik Edit dan pilih link yang sesuai dengan selera dan masuk kategori isi konten. Setelah itu klik Ok. Permalink sudah selesai dibuat. Makin mudah dan juga makin mendekati dari kata kunci tersebut bisa dipastikan posisi blog atau situs yang dibuat akan semakin sering muncul di mesin pencari termasuk Google Search.

Demikian sedikit tutorial mengenai WordPress tersebut yang bisa memudahkan para user atau admin dalam membuat dan mendesain situs dan juga Blog dengan platform WordPress ini.

Leave a reply "Cara membuat website dengan WordPress"

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Rating*